ayam brahma

Ayam Brahma memiliki karakteristik dan ciri khas tersendiri. Bulu yang tebal hingga menutupi bagian kaki dan jari, serta postur jumbo, tinggi besar dan berotot, menjadikannya kelihatan gagah sekaligus anggun.

Karena karakteristik unik inilah yang menjadikannya banyak diburu dan diminati oleh para pecinta ayam hias di seluruh dunia, tidak terkecuali indonesia.

Sebelum anda memelihara dan membudidayakannya, ada beberapa hal yang sangat penting untuk diperhatikan, mulai dari cara perawatan, pemilihan kandang serta pemberian pakan yang baik untuk menunjang kesehatan serta kecantikannya.

Pada kesempatan kali ini, saya akan mencoba mengulas Seputar ayam brahma, mulai dari asal mula, karakteristik, tips cara perawatan, harga dan lain-lainnya.

Sejarah Asal Mula

seputar ayam brahma

Menurut sejarah yang saya baca dari beberapa sumber dan dari wikipedia.org , Asal mula dikembang biakkan dan dibudidayakan yaitu, pada sekitar tahun 1850-1860 di inggris raya lalu dibawa ke amerika serikat.

Masih menjadi perdebatan panjang diantara para ahli mengenai status awal mulanya.

Ahli sejarah di inggris menemukan beberapa jurnal perjalanan para pelaut yang pertama kali membawa ayam ini dari shanghai cina.

Dari jurnal ini ditemukan fakta bahwa seorang pengusaha dari inggris bernama Mr. george burnham pada tahun 1852 meng ekspor brahma untuk dijadikan hadiah kepada ratu victoria.

Dari bukti jurnal inilah sebagian ahli bersepakat dan mengambil kesimpulan bahwa, di inggris lah pertama kali ayam ini di populerkan hingga gaungnya sampai ke amerika serikat.

Ada juga salah satu bukti ditemukan di perpustakaan di cina mengenai asal usulnya.

Di amerika serikat, ayam dari shanghai ini kemudian di kawin silangkan dengan perpaduan ayam malay dan ayam cochin.

Setelah itu dari hasil perpaduan 2 ayam ini dilanjutkan dengan di kawin silangkan lagi dengan ayam chittagong yang berasal dari kawasan india dan bangladesh.

Dari sinilah penyematan nama ” ayam brahma ” bermula, penyematan nama ini kemungkinan besar dimaksudkan agar tidak menghilangkan asal usul darah ayam chittagong yang berasal dari sekitar sungai brahma pootra.

Atau juga menurut saya mungkin agar namanya lebih terdengar eksotis hehe.

ayam brahma

Pada mulanya di inggris raya ayam brahma ini diekspor, salah satunya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan permintaan pasar untuk daging ayam atau kalau di indonesia lebih dikenal dengan sebutan ayam pedaging.

Tetapi, seiring perjalanan masa, lambat laun populasinya semakin langka sehingga, jadilah diburu untuk dijadikan ayam hias.

Pada intinya, dari berbagai sumber yang saya ambil catatannya, bisa diambil kesimpulan bahwa, ayam brahma adalah hasil dari berbagai persilangan jenis-jenis ayam hias dari berbagai negara, dan yang membudidayakannya pertama kali adalah negara inggris dan amerika serikat.

Cara Ternak ( Perawatan )

Sebelum anda beternak, ada 2 faktor penting yang harus anda tentukan sebelumnya. apa saja itu ?

  1. Memelihara untuk dijadikan hiasan

  2. Tujuan ternak untuk budidaya pembibitan

Bila tujuan awal anda memelihara untuk dijadikan hiasan maka, hal-hal penting yang harus anda perhatikan diantaranya yaitu : pemilihan kandang, pemilihan pakan dan perawatan bulu agar tetap lebat dan bersih.

  • Kandang

Pemilihan kandang yang baik untuk hias diutamakan lokasinya bersih, luas dan tidak mudah kotor. Hal penting lainnya yang harus anda perhatikan yaitu kesehatan bulu karena biasanya bila tidak terawat dengan baik, dibagian bulu sering ada kuman dan tungau / kutu.

Bisa juga dimandikan 1-2x dalam seminggu, diutamakan pemilihan waktu pemandian diantara jam 10 – jam 02 siang hari.

Permasalahan umum lainnya yaitu, ketika musim penghujan tiba dimana lantai biasanya mudah basah terkena air hujan sehingga, lantai mudah kotor dan berlumpur yang bisa menyebabkan bagian bulu terutama bulu dibagian kaki menjadi kotor dan mudah rontok maka, diusahakan kandang diberi lantai yang kering.

Lantai bisa cor-coran / ubin atau juga tanah yang dilapisi pasir.

Bisa juga dilepas liarkan atau diumbar dihalaman yang lantainya rumput atau pasir.

Karakter serta tabiatnya sangatlah tenang, tidak beringasan dan liar sehingga, bila dilepas di halaman tidak akan mengganggu anda dan orang-orang tercinta di sekitar anda.

  • Pakan

Pemberian pakan bisa diberikan semaksimal mungkin, tujuannya agar posturnya terjaga. Berikan pakan dengan kandungan gizi yang tinggi sehingga posturnya bisa tinggi besar.

Voor atau konsentrat ayam pedaging bisa menjadi salah satu pakan utama, diselingi juga dengan pemberian pakan lain, sesekali diberi jangkrik dan sayuran agar ada variasi pakan sehingga si ayam tidak bosan.

Dan Bila tujuan awal anda untuk pembibitan maka, ada beberapa hal / faktor yang sangat penting sebelumnya anda perhatikan, diantaranya:

  • Penjodohan

Baiknya 1 pejantan di poligamikan dengan beberapa betina, maksimal yang saya anjurkan 1 jantan di jodohkan dengan 4 betina.

Sebagian besar pejantan ayam hias memiliki sifat ingin memiliki beberapa betina dan bila hasrat tersebut tidak terpenuhi biasanya pejantan menjadi sensitif, agak liar dan galak.

poin kedua mengenai tujuan pemeliharaan untuk menghasilkan bibit, ada beberapa faktor penting yang sebelumnya harus diperhatikan dengan baik.

Kandang

untuk pemilihan kandang baiknya diberi kandang minimal luasnya 2×2 agar ruang gerak tidak terlalu sempit. bagian lantai bisa hanya tanah akan tetapi, lebih baik lagi bila dilapisi pasir agar kandang tidak gampang kotor dan bau.

Pakan

Pemberian pakan sehari-hari bisa disamakan dengan jenis ayam pada umumnya. Bisa hanya diberi dedak dicampur irisan sayuran atau bisa juga hanya diberi voor.

Ayam brahma pada intinya ayam yang sangat lahap dalam mengkonsumsi pakan, jadi anda tidak akan pusing mencari bahan pakan karena, hampir sama aja kayak ayam kampung biasa.

Untuk menghasilkan telur yang banyak, pakannya diberi pakan voor/konsentrat petelur. Ketika musim kawin tiba bisa juga diberi pakan jangkrik dan toge agar hasil telur bisa maksimal dan sehat.

Masa Bertelur

Disekitar usia 7bulanan biasanya pasangan brahma mulai kawin dan siap bertelur, hampir per 3 bulan betina menghasilkan telur dengan jumlah minimal 10 butir.

Ukuran Brahma

Postur ayam brahma bila dilihat sekilas memang sangat terlihat besar, bobot pejantan bisa mencapai rata-rata 5kg dan betina 2,5- 3,5kg.Dari arsip-arsip yang saya pernah baca, ternyata ada juga yang bobotnya bisa mencapai hingga 9kg, ditemukan di Eropa Timur.

Di negara-negara barat terutama eropa, memang bisa sangat maksimal posturnya karena, iklim dan cuaca yang sangat dingin apalagi di musim salju sehingga, secara alami bulu dan kulit akan sangat tebal dan sangat mempengaruhi ke berat badannya.

  • Jenis

Pada awal mula eksis,yang menjadi standar warna utama brahma yaitu jenis dark dan light dan setelahnya diikuti dengan jenis buff.Berikut ini aneka jenis ayam brahma yang tersedia di kami:

Light Brahma

Jenis yang satu ini memiliki perpaduan 2 warna yang kontras, yaitu putih dan hitam. Pada bagian badan dominan berwarna putih bersih, dan bagian leher serta ekor berwarna hitam sedikit abu-abu bergaris-garis.

Buff

Pola warna jenis ini hampir menyerupai jenis light, yang membedakannya yaitu pada bagian badan dominasi warnanya berwarna kuning kecoklatan.

Dark

Seperti namanya,jenis ini memang berwarna gelap, dominan berwarna hitam ke abu-abu an dengan motif-motif seperti batik.

Blue

Jenis ini diseluruh bulu badannya merata berwarna biru cerah ke abu-abu an.

Black

Seperti juga namanya, jenis ini dibagian bulunya berwarna dominan hitam. Kebanyakan berwarna hitam dop polos.

Daftar Harga

  • Usia 14- 21 hari : 150rb/ekor.
  • Usia 22 – 31 hari : 200rb/ekor.
  • Usia 1,5 bulanan : 250rb/ekor.
  • Usia 2bulanan : 300rb/ekor.
  • Usia 3bulanan : 1jt / pasang.
  • Usia 4bulanan : 1,5jt / pasang.
  • Usia 5bulanan : 2jt / pasang.
  • Siapan induk : 2,5 – 3,5jt / pasang.
  • Indukan : 3 – 4jt / pasang.

catatan : harga diatas bisa berubah sewaktu-waktu..
untuk lebih detailnya silahkan anda bisa kontak salah satu dari admin kami.

Apakah Brahma Tepat Untuk Anda Pelihara

Bila anda memang pecinta ayam hias Sudah tentu ayam brahma sangatlah tepat untuk anda.Ada beberapa poin yang bisa membuat anda jatuh cinta pada ayam ini diantaranya :

  • Brahma adalah hewan yang sangat tenang dan tidak liar sehingga bila diumbar dihalaman tentu tidak akan mengganggu anda dan orang disekitar anda.
  • Juga dapat beradaptasi dengan baik di cuaca apapun.
  • Bila anda budidayakan bisa menghasilkan profit keuntungan yang lumayan besar.
  • Memiliki daging yang tebal dan gurih sehingga bisa untuk di konsumsi.
  • Bisa menjadi hiburan mata dan teman di waktu luang.

Buka juga postingan seputar ayam hias di ayamkalkun.com

Cek juga instagram kami disini

Sebenarnya masih banyak lagi hal-hal menarik seputar ayam brahma ini, insyaAlloh akan saya sambung di lain waktu..

Terima kasih atas waktu yang anda luangkan untuk membaca postingan ini..Wassalam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>