Golden Pheasant | Sejarah, Cara Ternak dan Harganya

 

Golden pheasant adalah ayam hias yang berasal dari pegunungan di china barat dan tengah, sangat mudah diternak serta memiliki harga yang fantastis. Untuk pertanyaan seputar cara ternak serta penjualan, anda bisa hubungi kami di : 0878-3830-5588.

Salah satu dari berbagai macam jenis ayam pheasant yang beberapa tahun belakangan ini menjadi trend, khususnya di indonesia. Memiliki perpaduan warna yang sangat indah menjadikannya enak dipandang mata, dan dapat menjadi hiburan untuk anda dikala bersantai bersama orang-orang tercinta disekitar anda.

golden pheasant

Sejarah 

Termasuk dalam kategori keluarga phasianidae dari jenis pheasant chrysolopus menurut sejarahnya, golden pheasant sempat diberitakan hampir punah karena banyak diburu sehingga, memunculkan kecemasan dikalangan para pecintanya.

Disekitar tahun 1800 an, golden pheasant dibawa dari china ke inggris dengan tujuan untuk dibudidayakan agar populasinya bisa bertambah banyak.

Mulai dibudidayakan dengan 100 pasangan siap kawin dan pada akhirnya bisa berkembang biak dengan baik disana hingga, bisa disebarluaskan ke negara-negara seperti : amerika serikat, kanada, australia, irlandia, selandia baru, argentina, mexico, jerman, belanda dan khususnya negara-negara jajahan inggris.

Golden pheasant sendiri habitat aslinya adalah berasal dari daerah hutan pegunungan di china barat dan tengah yang berdekatan dengan negara tibet. Oleh sebab itu, di Indonesia sering juga disebut dengan ayam tibet / ayam hong.

Mulai ada di indonesia diprediksikan pada sekitar tahun 1980 an, yang pertama kali mendatangkan “ekspor” untuk dijadikan koleksi serta dibudidayakan adalahkebun binatang taman safari bogor.

Buka juga ulasan seputar ayam brahma disini

Mungkin karena memiliki peluang bisnis yang sangat tinggi maka, pada sekitar tahun 1980 an pula banyak pengusaha importir lokal yang mulai mengimpor untuk dipasarkan di indonesia.

Di luar negeri orang-orang menyebutnya dengan sebutan burung sementara, di indonesia sendiri disebutnya dengan sebutan ayam, kenapa bisa berbeda?

Menurut pandangan saya sebagai peternak, sebab dijuluki ayam karena, burung ketika usia anakan harus diloloh sedangkan anakan golden pheasant tidak perlu diloloh sudah bisa makan sendiri seperti ayam, oleh sebab itu maka disebut ayam dan juga hewan ini tidak suka terbang, mereka lebih sering didarat.

Di habitat aslinya di alam liar, bila kaget mereka lebih memilih lari dibanding terbang, oleh sebab itu banyak orang menyebutnya dengan sebutan ayam.

ayam golden pheasant

Ciri Khas

Dari segi penampilan, pejantan lebih terlihat mencolok dibandingkan betina. Jantan lebih memiliki banyak variasi warna dimana, warna merah mendominasi dibagian perut dan dada, hijau mengkilap di punggung atas dan kuning emas bergaris hitam dileher.
Sementara betina hanya berwarna coklat gelap saja.

panjang jantan adalah 90 – 110 sentimeter dengan ekor membentuk dua pertiga dari total panjang. Betina sedikit lebih kecil berukuran 60 – 80 sentimeter dengan ekor membentuk setengah dari total panjang. Lebar sayap mereka sekitar 70 sentimeter dan beratnya sekitar 630 gram.

Ketika musim kawin tiba, untuk menarik perhatian betina, pejantan meliuk-liuk dengan memegarkan bulu dibagian leher. Inilah sebabnya mendapat julukan ” ayam pegar emas”.

Di indonesia biasanya pasangan golden pheasant mulai kawin dan bertelur di bulan agustus- september, utamanya di musim penghujan. Pada akhir musim kemarau mulai menyempurnakan bulu dan penguatan sel telur.

golden pheasant

Tips Cara Ternak

Ketika anda akan memulai memelihara / beternak, ada beberapa hal yang harus diperhatikan baik itu dari segi kandang, pakan, penetasan telur, perawatan indukan hingga perawatan bibit anakan.

Berikut ini akan coba kami paparkan cara ternaknya:

  • Kandang golden pheasant

Siapkan kandang dengan ukuran minimal 1,5m x 2m persegi, bagian lantai baiknya beralaskan pasir agar kotoran mudah kering dan mudah untuk dibersihkan. Bisa juga beralaskan tanah yang ada rerumputan.

Lingkar kandang yang saya rekomendasikan 70% menggunakan kawat besi atau Ram agar, sirkulasi udara bisa berjalan dengan baik dan, 30% sisanya ditutup dengan tembok, agar ketika malam tiba, suhu udara didalam tidak terlalu dingin dan angin tidak terlalu banyak masuk kandang.

Berikan ornamen-ornamen hiasan seperti tumbuh-tumbuhan, tujuannya agar ayam merasa seperti di habitat aslinya di alam liar.

Bagian atap bisa diberikan variasi, separuh atap diberi penutup sedangkan separuhnya lagi dibiarkan terbuka agar sinar matahari dan hujan bisa masuk kandang.

kandang golden pheasant

  • Pemberian Pakan

Dalam 1 hari lakukan 2x pemberian pakan yaitu di waktu pagi dan sore. Pakan utamanya yaitu voor/konsentrat, bisa dipadukan dengan jagung giling dan beras merah serta sesekali bisa dicampur dengan irisan sayuran.

Ketika musim kawin tiba, sesekali berikan pakan toge dan jangkrik, tujuannya agar pejantan lebih birahi dan betina bisa menghasilkan kualitas telur yang maksimal. Kami sarankan ketika betina akan bertelur berikanlah pakan voor ayam petelur.

  • Proses Penetasan Telur

Ada 2 pilihan dalam proses penetasan telurnya yaitu:

  • Penetasan Alami

Penetasan alami yaitu, seluruh proses dari mulai pengeraman dan penetasan seluruhnya dibiarkan alami dilakukan oleh induknya.

Catatan: cara ini kekurangannya yaitu jumlah telur dan jumlah bibit yang dihasilkan biasanya tidak terlalu maksimal tetapi, induk betina lebih sehat dan bisa lebih lama masa produktifnya.

 

  • Penetasan menggunakan mesin

Ketika induk betina produksi, telur bisa kita ambil dan kumpulkan hingga jumlahnya cukup lalu, telur dimasukkan kedalam mesin penetas.

Catatan : kelebihan dengan menggunakan cara ini, jumlah telur dan hasil bibit bisa lebih banyak namun, induk betina terlalu terforsir sehingga biasanya masa produktifnya tidak terlalu lama.

 

  • Pembesaran Bibit

Setelah 2-3 hari bibit anakan menetas, langsung kita pisahkan dari induk atau diambil dari mesin, setelah itu masukan bibit ke dalam box yang tertutup hangat. Berikan lampu penerangan yang cukup ” tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin ” kurang lebih lampu 10watt.

Ketika bibit berusia 1bulanan, pindahkan bibit ke dalam box yang lebih terbuka namun masih cukup kehangatan suhunya. Saat bibit menginjak usia 3-4bulanan hingga dewasa, bisa kita lepas liarkan didalam kandang seperti contoh kandang yang saya jabarkan diatas.

Masalah umum dalam pembesaran bibit biasanya, karena kakinya kecil maka sering terjadi jari kakinya terkilir yang menyebabkan tampilan jarinya bengkok seperti cacat. Masalah umum lainnya yaitu ketika bibit golden pheasant menginjak usia 3bulanan keatas, terkadang terjadi perkelahian diantara sesama anakan.

Anda harus betul betul waspada dengan sering memperhatikan situasi kandang karena, perkelahian ini bisa sampai menyebabkan korban luka hingga mati.
Salah satu antisipasi yang tepat yaitu, perhatikan kira-kira mana diantara anakan yang menyebabkan perkelahian di kandang tersebut. Setelah “biang kerok” nya diketahui maka pisahkan dari koloni.

bibit golden pheasant

  • Perawatan Indukan

Se pengalaman saya dalam beternak golden pheasant ini, bila anda ingin mendapatkan hasil telur yang maksimal baiknya, indukan dijodohkan hanya berpasangan saja ( 1jantan 1betina ). Cara ini lebih efektif dalam menghasilkan bibit bila dibandingkan dengan cara poligami atau koloni.

Harga Golden Pheasant

Hampir dari seluruh peternak ayam ini yang kami kenal, biasanya mereka mulai menjualnya diusia 3-4 bulanan keatas. Selain karena dengan menjualnya diusia ini bisa lebih menghasilkan profit juga karena, jenis kelaminnya sudah bisa benar-benar dipastikan sepasang.

Berbeda dengan ayam hias lainnya, dari tahun ke tahun harga ayam ini sangat stabil.

Kami dari ayamhias.id men jual golden pheasant mulai usia 3-4bulanan dengan harga 5jt perpasang dan dewasa 8-9jt an. Monggo bagi anda yang tertarik untuk membeli ayam hias cantik ini bisa menghubungi kami ke kontak yang kami cantumkan di menu.

Tonton juga video kami disini https://www.youtube.com/watch?v=OuxhHtZgKoM

Pustaka :

wikipedia.org golden-pheasant( 2012 )

Animal corner.co.uk

Pheasant.com fact & history

bioone.org

ayamkalkun.com ( jenis-ayam-pheasant )

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>