4 Penyakit yang Sering Menyerang Ayam Kampung

Ayam kampung adalah hewan yang tangguh dan memiliki ketahanan yang cukup baik terhadap berbagai penyakit. Namun, sebagai peternak yang bertanggung jawab, penting bagi kita untuk selalu memperhatikan dan menjaga kesehatan ayam kita. Kita harus waspada terhadap penyakit-penyakit yang sering menyerang ayam dan melakukan langkah-langkah pencegahan serta pengobatan yang tepat. Dalam artikel ini, kami akan membahas empat penyakit yang sering menyerang ayam, serta langkah-langkah pencegahan dan pengobatan yang dapat diambil.

1. Penyakit Newcastle (ND)

Penyakit Newcastle adalah penyakit yang dapat menyebabkan kematian hingga 100%. Penyakit ini dapat menyerang ayam pada saat musim peralihan dari kemarau ke musim hujan. Gejala yang umumnya muncul antara lain nafsu makan yang berkurang, ayam terlihat lesu, pernafasan terganggu, sering bersuara ngorok, bulu kusam dan berdiri, serta produksi telur yang menurun. Ayam yang terinfeksi juga dapat menunjukkan gerakan tidak normal, berjalan berputar-putar, dan leher yang berputar karena gangguan pada syaraf ayam.

2. Penyakit Tetelo ND

Penyakit Tetelo juga disebut sebagai penyakit ND. Saat ini, belum ada pengobatan yang efektif untuk penyakit ini, namun langkah-langkah pencegahan dapat diambil. Peningkatan daya tahan tubuh ayam melalui manajemen pemeliharaan yang baik serta program vaksinasi ND merupakan upaya penting dalam mencegah penyakit ini menyerang ayam.

3. Penyakit Pullorum (Berak Kapur)

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Salmonella Pullorum dan dapat menyerang ayam pada segala usia, terutama anak ayam di bawah dua minggu. Gejala-gejala yang muncul meliputi anak ayam yang terlihat kedinginan, menggerombol dan berdesak-desakan, nafsu makan hilang, kesulitan bernafas, serta kotoran yang encer dan berwarna putih. Pada ayam dewasa, gejala meliputi kotoran encer berwarna hijau kecoklatan dan produksi telur yang tidak stabil.

Baca Juga :   Cara Mengatasi Ayam Snot dan Mata Bengkak

Pencegahan melibatkan pemeliharaan yang baik, pemisahan ayam yang terinfeksi, serta tes pullorum pada tahap pembibitan. Pengobatan dapat dilakukan dengan memberikan obat-obatan seperti furazolidon dan jenis Sulfanomida.

4. Penyakit Coryza (Snot)

Penyakit Coryza dapat menyerang ayam saat musim hujan atau saat ayam sedang mengalami stres. Gejala yang muncul termasuk ayam yang terlihat lesu, cairan jernih keluar dari hidung, kesulitan bernafas dan sering bersin, serta pembengkakan pada wajah ayam. Pencegahan melibatkan manajemen pemeliharaan yang baik dan program vaksinasi.

Pengobatan dapat dilakukan dengan memberikan obat-obatan seperti kapsul anti snot dan Kupri Sulfat. Pengenalan gejala dan tindakan cepat sangat penting dalam mengatasi penyakit ini.

Kesimpulan

Menjaga kesehatan ayam adalah tanggung jawab utama bagi para peternak. Dengan memahami gejala dan tindakan pencegahan yang tepat, kita dapat meminimalkan dampak dari penyakit-penyakit yang sering menyerang ayam. Langkah-langkah seperti vaksinasi, sanitasi, dan pemeliharaan yang baik akan membantu menjaga kesehatan ayam dan mencegah penyebaran penyakit. Jangan lupa untuk selalu berkonsultasi dengan dokter hewan atau ahli peternakan dalam menghadapi masalah kesehatan ayam di peternakan Anda.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *